Desa Banjar

Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura.

Kelompok KKN 76

Latest Coupons

Tuesday, August 9, 2016

Foto

Foto yang berkaitan dengan Desa Banjar, antara lain :


  • Program dan Kegiatan KKN 76

  • Potensi Sumber Daya Alam

  • Potensi Wisata dan Tempat Religi






  • Potensi Wisata


    Gambar 1.1. Batu Kodok





    Gambar 1.2. Batu Kerbau



    Gambar 1.3. Pohon Kelompang



    Gambar 1.4. Gambar Makam Ju' Etem



    Gambar 1.5. Gambar  Makam Jungkar

    Potensi Sumber Daya Alam


    Gambar 1.1. Gambar Buah Salak



    Gambar 1.2. Gambar Kacang Tanah



    Gambar 1.3. Gambar Kacang Panjang



    Gambar 1.4. Gambar Singkong




    Gambar 1.5. Gambar Jagung



    Gambar 1.6. Buah Pisang

    Potensi. Desa

    Video Profil Desa

    Video Profil dari Desa Banjar - Galis, Bangkalan 


    Desa Video

    Capaian Program Kerja

         
    1.      Ternak Cacing
    Pelaksanaan dalam kegiatan “Budidaya Ternak Cacing” kondisi dalam kegiatan ini berjalan secara efisien, masyarakat sangat antusias dalam kegiatan ini, minat untuk mencoba sendiri mulai nampak pada saat itu juga masyarakat ingin meminta untuk dibimbing dalam pelaksanaan proses kegiatannya.
    Sasaran       : Masyarakat desa (pemuda dan bapak-bapak)
    Waktu         : Selasa 18 Juli 2016.
    Tempat        : POSKO KKN 76 (Kediaman Bapak Kepala Desa)
    Pemateri      : Bapak Dr. Abdur Rohman, S. Ag., M.E.
    Hasil        : Masyarakat membentuk tim untuk membuat dan mencoba budidaya ternak    cacing.
    Hambatan     : Masyarakat kurang berani mengambil resiko untuk mencoba   sendiri.
    Solusi      : Masyarakat membentuk tim untuk menjalankan / mempraktikkan sendiri    budidaya ternak cacing.

    2.      Fermentasi Pakan Ternak
    Pelaksanaan “Fermentasi Pakan Ternak” berjalan dengan baik meskipun masyarakat kurang aktif atau kurang menampakkan antusiasnya untuk melaksanakan atau mencoba sendiri.
    Sasaran      : masyarakat yang berternak .
    Pemateri     :  Dr. Abdur Rohman, S. Ag., M.E.I.
    Tujuan        : masyarakat yang berternak masih bergantung atas hasil alam.
    Waktu         : Senin, 01 Agustus 2016.
    Tempat        : POSKO KKN 76 (Kediaman Bapak Kepala Desa)
    Hasil           : Masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara untuk membuat makanan ternak yang bisa bertahan lama jika pemilik dalam keadaan repot dan sakit, atau hal-hal yang dapat menmbuat menghambat mencari pakan ternak.
    Hambatan   : Masyarakat kurang paham atas pembuatannya dan juga untuk membeli bahan-bahan dalam pembuatan fermentasi pakan ternak.
    Solusi      : Menjelaskan lebih rinci, mempraktikan langsung dan hasilnya juga langsung dicobakan pada ternak masing.

    3.      Parenting
    Pelaksanaan kegiatan “Parenting” kegiatan ini berjalan dengan lancar. Masalah pola asuh anak, problematika pola asuh anak.
    Sasaran       : Ibu-ibu Fatayah ddan juga ibu-ibu tetangga POSKO
    Pemateri      : Bapak Yudho Bawono.
    Waktu          : Sabtu, 30 Juli 2016
    Tempat         : POSKO KKN 76 (Kediaman Kepala Desa)
    Tujuan          : Agar ibu-ibu dapat menghindari kebiasaan –kebiasaan buruk ketika melakukan  pola asuh terhadap anak-anaknya.
    Hambatan    : kepercayaan dan kemudian usaha dari ibu-ibu untuk menanggulangi kebiasaan buruk.
    Solusi           : harus diberikan alarm dan pengawasan terhadap anak.

    4.      Samiler Singkong dan Jagung
    Kegiatan “Samiler Singkong dan Jagung” kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ibu-ibu yang mengikuti acara ini sangat antusias dan juga memiliki keinginan untuk mencoba sendiri pembuatan samiler.
    Sasaran      : ibu-ibu PKK.
    Waktu         : 16,21,22,26,27,28 Juli 2016
               16 Juli 2016                 :Persiapan Pembuatan samiler
               21-22 Juli 2016           :Pembuatan samiler
               26-28 Juli 2016           :Pembuatan Samiler
    Tempat        : POSKO KKN 76 (Kediaman Kepalam Desa)
    Tujuan         : Agar ketela pohon memiliki nilai yang lebih saat dijual.
    Hasil        : Masyarakat mulai mencoba membuat samiler singkong dan jagung untuk     dikonsumsi sendiri.
    Hambatan     : Kesulitan dalam hal poemasaran.
    Solusi            : membantu pecking kemudian dijual di toko-toko kecil.

    5.      Halal Bihalal
    Dilakukan dengan cara mendatangi rumah kepala dusun masing-masing dusun yang ada di Desa Banjar
    Waktu         : Jumat, 15 Juli 2016
    Tujuan       : Silaturrahmi sekaligus meminta dukungan dalam kelangsungan setiap acara     yang digunakan
    Hasil            : Setiap Kepala Dusun mendukung
    Hambatan    : Setiap kegiatan waktu yang dibuat kurang cocok dengan kegiatan yang            rutinitas dilakukan
    Solusi           : Setiap kegiatanh yang akan dilaksanakan harus menyesuaikan dengan jadwal    masyarakat

    6.       Ekstrakurikuler dan Bimbingan Belajar
    Dalam kegiatan ini juga diminta sekolah untuk mengisi atau berbagi ilmu di setiap sekolah SD yang ada di Desa Banjar kecuali SKN Banjar 3.

    76 Mengajar dan Ekstrakurikuler
    Pramuka         : 22-23,29 Juli 2016
    Kesenian        : 22,24,29,31 Juli 2016
    76 Mengajar   : 25-27 Juli 2016
    Hasil               : Respon peserta ekstrakurikuler sangat baik.
    Hambatan       : Kurang percaya diri
    Solusi             : Melatih mental tiap peserta yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut.

    Bimbingan Belajar
    Waktu           : 18-21 Juli 2016
                            25-28 Juli 2016
    Tempat          : POSKO KKN 76 (Kediaman Bapak Kepala Desa)
    Hasil          : Banyak anak-anak usia SD mengikuti bimbingan belajar dan mendapat          dukungan penuh dari orang tua dan tetangga.
    Hambatan      : Penyesuaian jam bimbel dengan rutinitas anak.

    7.      Baksos dan Papan Nama Desa
    Baksos                                           : Setiap hari Jumat (15,22,29 Juli dan 05 Agustus 2016)
    Pembuatan papan nama desa         : 21 - 26 Juli 2016
    Hambatan                                      : Tidak dapat fokus pada papan nama banyak hal yang                                                                  harus diselesaikan dan dipersiapkan berkaintan dengan                                                               program-program yang telah dibuat.

    8.      Semarak Agustus dan Gebyar Masyarakat
    Semarak Agustus yang berisikan lomba-lomba
    Rabu, 03 Agustus 2016      : Lomba tarik tambang
    Hambatan                          : Keinginan unuk memeriahkan agustusan kurang karena memang           dari tahun sebelumnya tidak ada lomba untuk memeriahkan HUT           RI.    
    Solusi                                  : Bekerjasama dengan Kepala Dusun
    Kamis, 04 Agustus 2016     : Lomba Nyo’on Gheddeng
    Jumat, 05 Agustus 2016      : Lomba Lari kelereng dan balon joget,Catur
    Sabtu, 06 Agustus 2016      : Panjat pinang
    Hambatan                            : Pinang yang disediakan sangat tinggi

    Gebyar Masyarakat (Malma Inagurasi)
    Minggu, 07 Agustus 2016
    Acara yang didukung oleh Pemerintah Desa, IKBAR, Sakera Darul Ulum
    Dalam acara ini banyak penampilan yang ikut memeriahkan, partisipasi dari berbagai pihak kesenian yang ada di Desa Banjar, bekerja sama dengan sakera Darul Ulum Banjar untuk konsep malam inagurasi.
                 Hasilnya : kegiatan ini sangatlah maksimal respon warga pada malam tersebut sangat terhibur             dan juga sangat berkesan adanya KKN 76 dan juga dalam memeriahkan HUT RI yang ke 71
    Proker

    Rencana Program Kerja

    Desa Banjar yang terletak di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan memiliki  potensi yang tinggi di bidang Pertanian dan Peternakan.  Rata-rata masyarakat yang tinggal di Desa Banjar memiliki mata pencaharian sehari-hari dari hasil tani dan hasil ternak. Berbagai macam jenis tanaman tani yang dapat dihasilkan misalnya; singkong, jagung, kacang, padi, kacang panjang,tomat, dan lain-lain. Namun hasil  tani yang paling dominan singkong,kacang dan tomat. Selain hasil tani yang melimpah untuk pemasaran hasil tersebut juga tidak terlalu sulit. Begitupula di bidang peternakan, masyarakat yang memiliki hewan ternak juga dapat memanfaatkan ternaknya dalam kehidupan sehari-hari. 

    Kehidupan Masyarakat di Desa Banjar
    Selain masyarakat yang menetap di Desa Banjar juga banyak masyarakat Banjar yang pergi keluar kota (merantau) untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar untuk keberlangsungan kehidupan keluarga di Desa. Meskipun terkadang pekerjaan yang di dapat hanyalah sebagai seorang kuli, namun  mereka tetap untuk merantau. Penghasilan yang lebih besar daripada bertani ataupun berternak di desa tersebut.  Perekonomian Desa Banjar Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, cukup baik. Tetapi perekonomian mereka bukan karena pemanfaatan Sumber Daya yang ada di Desa Banjar melainkan banyak warga yang merantau untuk mendapatkan penghasilan yang layak, tempat tinggal yang layak. Penghasilan yang diperoleh di desa Banjar jika tidak bertani bisa berternak. Namun di Desa Banjar belum ada industri rumah tangga yang maju. Industri rumah tangga yang ada di Desa banjar hanyalah konveksi.  

    Berdasarkan kondisi masyarakat dan potensi alam yang ada di Desa Banjar maka kami memilih topik Wanita dan Tenaga Kerja sebagai topik kegiatan. Hal ini disebabkan  banyaknya masyarakat di Desa Banjar yang merantau sedangkan sumber daya alam yang ada di desa banjar melimpah.  Dengan memberikan solusi atau program kegiatan yang berkaitan dengan industri rumah tangga  diharapkan dapat meningkatkan  kesejahteraan wanita dan  tenaga kerja serta keinginan dari masyarakat di Desa Banjar. Sasaran dari industri rumah tangga  yang akan dilasanakan dengan menggunakan program pembuatan  keripik samiler singkong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para wanita di Desa Banjar lebih kreatif dalam pengelolahan sumber daya alam yang dapat memberikan peluang kerja kepada yang lainnya sehingga tenaga kerja yang  ada di desa Banjar tidak perlu lagi merantau dan dapat berdaya saing di Desanya sendiri.


    No
    Kegiatan
    Penanggung jawab
    1
    Samiler Singkong
    Ela Nur Azizah
    Amirah Inas Sholihah
    Rif’atul Mahmudah
    2
    Ternak Cacing
    Moh. Khuzairi MS
    Indah Puspita
    3
    Fermentasi Pakan Ternak
    M. Taqiudin Fahri
    Ratna Karunia
    4
    Halal Bihalal
    Makruf Ali Fahmi
    Mariyah
    5
    Seminar Parenting
    Halimatus Sya’diyah
    Shelvi Eka Novia
    6
    Ekstrakurikuler dan Bimbingan Belajar
    St. Nur Jannah
    Nurul Eliyanti Putri
    Dinia Ayu Indira
    7
    Baksos dan Papan Nama
    Rendi Nugraha H
    Nurul Hidayati
    8
    Semarak Agustus dan Gebyar Malam Puncak
    Aditya Pratama Nugraha
    Wilya Ningsih
    Proker

    Identifikasi Masalah

    1.      Dusun Alas Durin
         Kurangnya penggunaan alat untuk dibidang persawahan (misalnya traktor, dll) karena jalan yang berabatu menyebabkan alat-alat tersebut tidak bisa dilalui ke dusun ini, serta kurangnya air.

    2.      Dusun Banjar Barat
    ·         Kepala dusun mengharapkan adanya pemasaran yang lebih menarik dan lebih meluas dengan penjuaan temu ireng yang dijual sebagai bahan mentah.
    ·         Pemasalahan dalam hal pemasaran dirasakan oleh kepala dusun karena memang para pemuda-pemudi hanya aktif dalam pengembangan potensi yang ada. Kepala Dusu Banjar Barat sudah berusaha untuk lebih menyebarluaskan hasil potensi yang didapat, akan tetapi hingga saat ini masih belum begitu memuaskan.
    ·         Potensi buah, palawija, dan rempah sendiri masih banyak yang dipasarkan dalam bentuk barang mentah (Belum diolah menjadi olahan yang lainnya), Hanya Temu Ireng yang dipasarkan dalam bentuk barang setengah jadi (dipotong, kemudian dijemur, dan hasil yang sudah kering akan dikirim ke distributor). Untuk olahan dari buah sebelumna Kepala Dusun Banjar Barat mempunai niatan untuk mengolah potensi buah menjadi keripik buah, tetapi kendalanya ada dibagian Target Marketing.
    ·         Selain dari olahan buah , Kepala Dusun Banar Barat ingin mengajak masyarakat yang ada di daerah tersebut untuk memproduksi kandang burung dalam skala besar dan memasarkannya ke berbagai daerah. Sarang burung ini sendiri sebenernya sudah diproduksi tetapi dalam skala kecil dengan jumlah pengrajin yang sedikit.

    3.      Dusun Banjar Timur
        Potensi dalam bidang pertanian hanya bisa dijual sebagai bahan mentah ke pasar, sehingga itu membuat harga penjualannya masih rendah

    4.      Dusun Labisan
       Masyarakat di dusun ini memiliki kendala pada air pada saat proses penanaman, dikarenakan mereka masih mengandalkan hanya berupa air hujan.

    5.      Dusun Maleh
         Permasalahan di dusun Maleh, kurangnya inovasi penjualan atas hasil pertanian serta banyaknya remaja yang hanya sebagai lulusan SD yang merantau ke luar Madura untuk bisa mencari pekerjaan dengan penghasilan yang tinggi

    6.      Dusun Rambai
         Dikarenakan tanah yang begitu subur, masyarakat di susun ini ingin mengetahui bagaimana cara menanam (tani) agar tumbuh lebih cepat dan tanah juga tetap subur dan tanaman dapat berkembang baik.

    7.      Dusun Tonggun
         Dalam SDM pada dusun ini masih rendah sehingga hasil pertanian yang didapatkan tidak dapat diolah dengan baik

    8.      Dusun Duko
          ----------------------------

    Masalah

     

    Copyright © Banjar - Galis™ is a registered trademark.
    Blogger Templates Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.