Sejarah Desa



Menurut istilah tempat untuk berkumpulnya orang-orang atau organisasi dalam bahasa Madura disebut suro. Sedangkan Desa Banjar terdapat beberapa versi cerita yang menjadi asal-usul adanya Desa Banjar, yaitu  cerita Jokotole, R. Abdullah Toha dan H. Daman Huri.

1.        JOKOTOLE
Jokotole memiliki paman yang yang bertempat tinggal di desa ini yaitu Adi Roso. Beliau tinggal di atas lautan. Pada suatu hari Jokotole hendak menemui pamannya (Adi Roso) untuk berpamitan ketika Jokotole ingin pergi ke Majapahit. Jokotle menunggangi kuda namun kuda tersebut tidak ingin masuk ke Desa ini. Menurut Bahasa Madura tersebut “jer-jakanjer” menolak untuk masuk hingga terbentuk lubang yang sangat dalam yang menyerupai jurang. Akhirnya Jokotole turun dari kuda yang ditungganginya baru bisa menemui Adi Roso. Setelah berpamitan dari Adiroso Jokotole diberi ludah untuk dibawakan ke Majapahit yang dapat digunakan sebagai bahan las pembuatan gapura. Saat perjalanan pulang Jokotole bertanya-tanya apa yang terjadi di desa ini. Mengapa kuda yang ditungganginya tidak dapat masuk atau menolak untuk masuk ke desa ini ? Kuda yang ditunggangi terus saja jer-takanjer sehingga Jokotole memberikan nama desa ini Bhenjer (Banjar)


2.        ASAL MUASAL
Knon katanya pada zaman dahulu abad ke-17 ada suami istri yang tinggal berdua di desa ini yaitu Haliyah dan suaminya Raden Abdullah Toha.  Haliyah adalah cicit dari sunan cendana dan cucu dari sunan lendhi. Sedangkan Raden abdullah toha adalah keturunan dari keraton Bangkalan. Mereka adalah raja, oleh sebab itu mereka di incar ingin dibunuh oleh para penjajah sehingga mereka diasingkan ke desa ini memasuki desa ini yang terlihat adalah hutan yang penuh dengan tumbuhan rotan. Mereka bertapa di Jurang selama beberapa hari. Mereka memutuskan untuk masuk ke desa agar lebih aman dari makhluk halus dan juga hewan buas. Hutan-hutan di papan alas dan mereka membangun rumah di atas pohon. Mereka hanya tinggal ber dua. Mereka hanya membawa ayam kemudian di rawat bertelur (berternak ayam). Dari sebab itu mereka memiliki inisiatif untuk membangun tetangga. Mereka harus memiliki keturunan. Sehingga mereka memiliki 13 anak. Menurut aturan pada zam,an dahulu jika memiliki anak lebih dari 12 rang maka salah satu anak harus di aqiqohkan.  1 anak di asingkan ke Mancengan desa Kwanyar. 12 anak nikah dengan sepupu-sepupu. Cucunya disebar sehingga membangun 8 dusun dan membanguin masjid di setiap dusun. Maka dari itu diberikan nama BanalJaru (Membangun tetangga).


3.        KH. ABDUL HALIM
KH. Abdul Halim adalah kakek dari Kepala desa pada masa jabatan kali ini. Lahirnya beliau membuat masyarakat mengerti tentang akidah. KH. Abdul Halim memberikan desa ini nama Bhenjer (Bhejeng Ajer ). Beliau memiliki cita-cita bahwa desa ini adalah wadah pendidikan. Salah satu peninggalan beliau adalah yayasan Darul Ulum yang di bangun padatahun 1951 oleh keturunan ke-3 yaitu H. Daman Huri. Selain itu H. Daman Huri juga merangkum semua sejarah mulai dari jertakanjer (cerita versi Jokotole), Benal Jaru dan juga Bhenjer (Bhejeng Ajer). Selain itu dibangun Pendidikan Islam yang bernama Darul Ulum. H. Jauhari Daman Huri merupakan generasi ke-4 dan juga lulusan dari Darul Ulum Jombong. Pada tahun sekitar 70an H. Jauhari Daman Huri membangun Madrasah Darul Ulum yang berbasis formal . 2 tahun kemudian dibangunlah TK Sutra Hijau. Nama Sutra hijau memiliki yang sangat dalam. Pertama Sutra hijau memilki arti kain sutra yang sangat indah dan halus, warna sutra sendiri yang paling indah adalah warna hijau. Kedua, istilah Sutra Hijau juga berasal dari para nama perintis lembaga pendidikan tersebut, yang artinya Sutaji, jauhari, Junairiyah. Para perintis lembaga pendidikan taman kanak-kanak yang ada di Desa Banjar merupakan orang-orang penting yang mempunyai kontribusi yang besar bagi masyarakat sekitar desa, salah satunya adalah Bpk. Sutaji, beliau merupakan mentri di Desa Banjar (Pembantu desa), dan jauga dipercaya sebagai sekretaris  di Kecamatan Galis. 

Dusun DI DESA BANJAR
Desa Banjar memiliki 8 dusun yaitu :

  • Dusun Banjar Barat
  •  Dusun Banjar Timur
  • Dusun Tonggun
  • Dusun Duko
  • Dusun Labisan
  • Dusun Rambai
  • Dusun Maleh
  • Dusun Alas Durin
Kepemimpinan

  • H. Damanhuri (1945)
  • M.Ripin (1989)
  • Jumaiyah (2000)
  • M. Ripin (2015)
Pembangunan Desa Periode 2015

  • Pengaspalan jalan Dusun Labisan
  •  Pengaspalan di Jln. Makadam
  • Pengaspalan di Jln. Pasar Jurang
  • Pengaspalan di Dusun Duko (Pembatas Desa Lantek dan Separah)
  • Renovasi SMP Negeri 2 Galis

1 komentar:

 

Copyright © Banjar - Galis™ is a registered trademark.
Blogger Templates Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.